Telaga ngebel menjadi saksi bisu kegiatan ini, kegiatan yang dihadiri oleh berbagai perwakilan anak dari segala penjuru di kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang dilakukan selama 3 hari dimulai dari seminar pada tanggal 23 Juni 2008 dan diakhiri dengan pembacaan rekomendasi dari anak pada tanggal 26 Juni 2008.
Kegiatan ini mengambil tema “SAATNYA PENDAPAT ANAK DIDENGAR”, karena memang sudah sepantasnya pendapat anak yang menjadi pendapat kelompok minoritas untuk dapat didengar dan dipertimbangkan oleh para pemegang kebijakan. Selain itu kegiatan kongres ini juga bertujuan untuk menyatukan semua pendapat/aspirasi anak dengan harapan dapat menjadi masukan bagi para pemegang kebijakan, dalam meutuskan semua keputusan yang terbaik bagi anak.
Kegiatan kongres ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan besar, antara lain adalah seminar perlindungan anak, forum anak ponorogo, dan workshop menggagas ponorogo ramah anak 2010. Kongres anak ponorogo 2008, diawali dengan seminar perlindungan anak yang bertempat di hotel telaga rejo ngebel, dengan nara sumber bapak Anwar dari LSM JARAK, dan ibu Endang S Amperawati selaku perwakilan KPPA (komite perlindungan perempuan dan anak) kabupaten Ponorogo, peserta dalam seminar ini adalah perwakilan kelompok anak dibeberapa desa binaan PUSAR, perwakilan anak tiap kecamatan, perwakilan OSIS SMP dan SMA kecamatan ponorogo, aparat pemerintah, dan pendamping anak dari tiap kecamtan. Setelah acara seminar berakhir, peserta di bagi menjadi dua kelompok kegiatan, yakni kelompok anak-anak yang menjadi peserta dalam kegiatan forum anak ponorogo, dan kelompok orang dewasa (aparat pemerintah, dan pendamping anak), yang nantinya akan berproses tersendiri dengan fasilitator tersendiri pula.
FORUM ANAK PONOROGO
“SAYA ANAK INDONESIA SEJATI, MANDIRI DAN KREATIF”
Forum anak ponorogo merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam rangkaian kongres anak ponorogo 2008. kegiatan ini diadakan disekitaran Wisma Songgolangit, dengan kondisi tempat seadanya, proses kegiatan dilakukan didalam tenda TAGANA(taruna siaga bencana) milik dinas sosial kabupaten ponorogo, namun hal ini tidak mengurangi semangat peserta untuk mengikuti forum anak, dalam forum ini peserta yang terdiri dari perwakilan anak berbagai kecamatan melakukan beberapa proses diskusi yang akhirnya menghasilkan beberapa rekomendasi untuk anak-anak sendiri, rekomendasi untuk masyarakat, dan rekomendasi untuk pemerintahan.
Kegiatan ini dikemas sesuai dengan dunia anak-anak untuk bermain dan belajar, karena itulah pada forum ini tidak ada suatu diskusi yang terlalu memeras pikiran anak-anak. Proses acara dibuat sesantai mungkin, agar semua umuran anak dapat memahami proses dan mencapai tujuan forum anak.
Awal kegiatan forum, peserta diajak untuk melakukan beberapa out bound ringan, dengan tujuan peserta dapat saling membaur dan mengenal teman-teman satu kelompoknya.
Kegiatan berikutnya pada malam hari, peserta diajak untuk memperkenalkan diri dengan metode gambar kelompok, selain itu tiap kelompok juga diminta untuk menuliskan beberapa hikmah yang didapat ketika out bound siang tadi. Setelah session perkenalan peserta forum di jelaskan tentang alur kegiatan forum anak.
Pada malam itu pula, peserta diberikan penjelasan tentang KHA (konvensi hak anak) dan UUPA (undang-undang perlindungan anak), harapannya peserta dapat mengetahui apa saja hak mereka, dan kenapa KHA dibuat serta kenapa pula kita perlu tahu tentang UUPA yang menjadi paying hokum kita, pasalnya peserta forum mayoritas masih berumur kurang dari 18 thn, meskipun ada beberapa peserta yang berumur lebih dari 18 tahun.
Pada hari berikutnya tiap kelompok diajak untuk mengambarkan kondisi pemenuhan hak anak di ponorogo dalam sebuah kertas gambar, gambaran pemenuhan hak anak meliputi beberapa hal antaranya tingkat kekerasan pada anak yang mengunakan metode body mapping, dan beberapa gambaran problematika tentang pendidikan kesehatan dan lingkungan sekitar, yang kemudian dipresentasikan dalam kolompok besar.
Proses berikutnya tiap kelompok diminta untuk menuliskan, ataupun mengambarkan harapan-harapan ataupun usulan-usulan mereka agar masalah tersebut teratasi. Semua harapan dan usulan tersebut mereka tuangkan dalam sebuah mading kelompok, dan dari presentasi madding kelompok serta pendapat tiap peserta panitia membuat rumusan tentang harapan dan usulan mereka yang nantinya akan menjadi rekomendasi forum anak dan dibacakan oleh perwakilan anak dalam acara rapat pleno workshop orang-orang dewasa.
Malam harinya tiap kelompokm diminta untuk menampilkan beberapa pementasan, untuk mengisi kegiatan api unggun dalam rangka malam perpisahan forum anak. Acara api unggun semakin meriah ketika letusan kembang api bergema dan pementasan kelompokpun dimulai.
Hari berikunya kegiatan diisi dengan pembacaan rekomendasi dalam workshop yang diwakili oleh Dimas perwakilan dari SMP I Ponorogo dan Ria perwakilan dari kecamatan Sawoo. Kegiatn untuk peserta lainnya yang masih berada di lokasi forum anak yaitu pemilihan perwakilan Ponorogo untuk mengikuti kongres anak tingkat provinsi di Surabaya pada tanggal 27-29 Juni 2008. dari hasil pemilihan secara langsung dan demokratis didapati Reny margarita perwakilan SMK 1 Ponorogo dan Wahyu hendri perwakilan Kecamatan Pulung yang berangkat ke Surabaya mewakili Ponorogo dalam kongres anak tingkat Provinsi.
Acara berikutnya adalah tes tulis untuk para peserta forum, selain itu dalam lembar Formulir, dari pihak panitia mencantumkan pilihan bagi peserta untuk bergabung ataupun tidak bergabung menjadi pengurus Paguyuban Anak Ponorogo periode 2008-2009, dari hasil perhitungan formulir, didapati 60% peserta bergabung menjadi pengurus PAP periode 2008-2009.
Kegiatan forum kemudian diakhiri dengan bersalaman bersama sambil menyanyikan lagu sayonara, dan pembagian sertifikat pada pukul 12.00 hari terakhir. Yang paling menarik dari kegiatan ini adalah kegiatan forum anak ini dilakukan oleh anak-anak sendiri sebagai fasilitator dan coordinator acara, sehingga orang dewasa hanya mendampingi.
Berbagai harapan disatukan, berbagai proses dijalani, semua ini demi mewujudkan Ponorogo yang ramah anak, dari anak oleh anak untuk semua orang.

No comments:
Post a Comment